Power Supply Unit (PSU) merupakan pintu masuk arus listrik ke seluruh komponen dalam komputer. Fungsi utamanya adalah menyediakan arus listrik untuk komponen-komponen komputer dengan cara mengubah tegangan listrik AC 220V/110V menjadi DC sesuai kebutuhan perangkat pada komputer. Komponen komputer yang mendapatkan jasa suplai listrik dari power supply antara lain: Motherboard, Hardisk, DVD room, dan Graphic card. Konektor output dari power supply disesuaikan dengan konektor yang ada pada perangkat. Sedangkan nilai tegangan pada kabel output dibedakan berdasarkan warna kabel. Lihat gambar di bawah ini:

konektor-power-suply
Jenis-jenis konektor output power supply
atx-connector-20-24pin
Tegangan output power supply

Jenis-jenis PSU ada 3 yaitu: AT (Advanced Technology) , ATX (Advanced Technology eXtended) dan BTX (Balanced Technology eXtended). PSU yang banyak digunakan saat ini adalah jenis BTX. Lebih lanjut baca Jenis-Jenis Power Supply.

Power Supply didesain terintegrasi dengan motherboard pada komputer. Switch (saklar) yang tersedia untuk menghidupkan power supply adalah switch yang juga untuk menghidupkan komputer secara keseluruhan. Menghidupkan power supply sama dengan menghidupkan perangkat komputer.Desain seperti itu dibuat agar efisien. Cukup dengan menekan satu tombol untuk menghidupkan komputer.

Akan tetapi desain tersebut menjadi masalah pada saat kita ingin memeriksa power supply secara mandiri tanpa terhubung dengan motherboard. Misalnya saja seperti pada kasus power supply rusak akibat terkena banjir. Saat power supply sudah cukup kering dan kita ingin mengecek (menghidupkan) power supply,  tentunya kita tidak ingin memasang pada motherboard terlebih dahulu. Karena dengan langsung memasangkan ke motherboard dikhawatir akan berpengaruh pada motherboard yang terpasang jika ternyata kondisi power supply rusak.

Lantas bagaimana cara untuk menghidupkan power supply jika tak terhubung dengan motherboard? Bukankah power supply tidak mempunyai tombol swtich? Jika kita mencermati nilai-nilai tegangan pada kabel output power supply pada gambar di atas, maka kita akan melihat nilai PS_On pada kabel warna hijau.  PS_On di sini mungkin artinya adalah Power Supply On. Dengan menghubungkan (jumper) 2 kabel. Kabel warna hijau (PS_On) dengan kabel hitam (ground) maka power supply akan hidup, jika power supply masih dalam keadaan normal.jumper-power-supply

Power supply bisa dinyatakan hidup ketika kipas yang ada pada power supply berputar. Walaupun itu bukan satu-satunya tanda bahwa power supply hidup. Bisa saja kipas mati, akan tetapi power supplynya ternyata hidup. Hal ini terjadi karena misalnya kabel pada kipas rusak. Jadi untuk memastikan bahwa power supply benar-benar hidup, kita gunakan Avometer (multitester) untuk melihat tegangan yang dihasilkan pada konektor output. Caranya adalah:

  1. Nyalakan power supply dengan cara menjumper pin warna hijau dengan pin warna hitam pada konektor motherboard 20/24 pin.
  2. Pasang saklar selektor Avometer pada DCV 50 (tegangan yang akan kita ukur adalah 12V dan 5V. Maka kita ambil nilai yang berada diatas 12 yaitu 50)
  3. Pasangkan probe hitam (common- pada avometer) pada pin warna hitam pada  konektor.
  4. Pasangkan probe merah (Out+ pada avometer) pada pin warna kuning pada  konektor (kabel kuning bernilai 12V).
  5. Perhatikan jarum penunjuk pada papan skala avometer. Jika jarum menunjukkan arah 2++ seperti gambar, berarti tegangan outpunya adalah 12V. Itu berarti output 12 V sesuai.avometer1.jpg
  6. Pasangkan probe merah (Out+ pada avometer) pada pin warna merah pada  konektor (kabel kuning bernilai 5V).
  7. Perhatikan jarum penunjuk pada papan skala avometer. Jika jarum menunjukkan arah 1 seperti gambar, berarti tegangan outpunya adalah 5V. Itu berarti tegangan output 5V sesuai.avometer2
  8. Jika 2 tegangan output tersebut 5v dan 12v sudah sesuai, maka power supply sudah bisa dinyatakan normal. Akan tetapi jika ingin memeriksa tegangan yang lain, dipersilahkan juga.

Lihat video disini.

Iklan