Sepertinya musim hujan setahun penuh akan terulang lagi di tahun ini (2016), setelah hal yang sama terjadi sekitar tahun 2010 yang lalu. (lihat prolog pada artikel saya Manusia perusak habitat sendiri). Beberapa orang memberi istilah “musim kemarau basah” atau hujan di musim kemarau. Dalam situasi seperti itu, suatu daerah tak mengalami musim kering dalam satu tahun. Padahal normalnya (untuk kita yang berada zona di iklim tropis) mengalami 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau. Menurut BMKG, hal ini disebabkan oleh adanya fenomena badai La Nina.  Fenomena ini menyebabkan intensitas hujan yang tinggi meski biasanya bulan-bulan ini merupakan bulan kering (Juli, Agustus, September).

Dan setiap terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, maka berita akan adanya bencana akan tersiar dimana-mana. Istilah hujan di musim kemaraupun berakibat pada “banjir di musim kemarau”. Jika anda menyimak berita yang terjadi, beberapa hari terakhir ini, maka akan dipenuhi dengan info tentang banjir yang terjadi di Garut, Sampang, Tangsel, dan tentunya Jakarta (sebagai pelanggan setia banjir) dan daerah-daerah lain.

photo_20160925_143555Di Kantor tempat saya bekerja pun sama halnya. Hari minggu kemarin (25092016) banjir merendam sebagian besar area kantor. Hujan deras yang mengguyur daerah kami menyebabkan saluran irigasi penuh dengan air. Diperparah lagi dengan kiriman air dari bukit pepaya di belakang kantor dan juga kiriman air dari bangunan rusunawa yang juga di sebelah belakang kantor yang menambah volume air di saluran irigasi kantor yang memang dibangun hanya untuk menampung air dari area kantor. Dan celakanya, gorong-gorong di depan kantor tersumbat oleh sampah yang terbawa oleh banjir. Walhasil airpun semakin naik, merendam apa saja yang ada. Lihat video banjir disini.

Air masuk kantor sekitar 10-15 cm. Para karyawan tak siap menghadapi banjir yang baru sekali ini terjadi. Banyak tumpukan dokumen yang tergeletak di lantai, dan yang paling parah adalah perangkat PC (komputer) yang ada di ruang komputer. Kebetulan komputer diletakkan di meja komputer dengan konstruksi tempat PC berada di bagian samping bawah. Walaupun ada rongga di bawah tempat komputer, ternyata ketinggian air melebihi rongga tersebut dan merendam PC bagian bawah (sekitar 5 cm). Naasnya, PCnya pun bukan PC yang ramah banjir (emang ada???).  PC yang kebanjiran adalah PC built-up dengan Power Supply Unit (masuknya aliran listrik ke PC) berada di bagian bawah. Walaupun hanya satu-satunya komponen yang terkena banjir, namun satu komponen tersebut merupakan gerbang masuk listrik ke bagian lain di PC. photo_20160926_150008Dan karena PCnya adalah PC built-up, PSU-nya pun memakai PSU yang khusus untuk PC branded tersebut. Bentuknya tidak seperti PSU yang biasa. Keberadaannya pun sepertinya jarang di pasaran. Jika ingin mengganti dengan PSU yang biasa, maka perlu mengganti casingnya juga. Karena dudukan untuk PSU yang ada berbeda dengan PSU yang biasa. Ahh,,, lengkap sudah penderitaannya. Untungnya aliran listrik ke PC selalu dimatikan setelah selesai digunakan.

Dengan kondisi seperti itu, pelatihan yang sedang berlangsung terpaksa diliburkan sementara. Dan yang harus segera dilakukan tentunya menaruh komputer dan barang-barang di tempat yang lebih tinggi, dan sesegera mungkin mengeringkan ruangan dari air yang menggenang. Kerja bakti……..

photo_20160926_134732Setelah ruangan selesai dikeringkan, giliran PC-PC nya yang perlu ditreatment. PC-PC segera saya sedeimikian rupa agar mudah semuanya mengumpul dan mudah dijangkau. Setelah itu, casing dibuka satu persatu, dicek bagian apa saja yang kira-kira terendam. Sepertinya hanya bagian PSU (Power Supply Unit)nya saja. Oke, semua PSU dicopot, kemudian dibawa keluar untuk dijemur terlebih dahulu. Sayangnya karena jam diding sudah menunjukkan angka 01.30, sinar matahari sudah tidak dalam keadaan panas yang maksimal lagi.

Besoknya lagi, saya coba cek keadaan PSU. Belum yakin bahwa PSU sudah kering, saya bongkar casing PSU kemudian ditreatment pake hair dryer. Masih merasa belum cukup, kembali lagi PSU dibawa keluar . Cuaca yang cukup terik dan waktu juga baru menunjukkan jam 09.00, menciptakan suasana yang ideal untuk mengeringkan PSU. Terminal listrik dan Stabilizer Voltage (komponen2 yang paling parang karena semuanya diletakkan di lantai) juga ikut dibongkar dan dijemur bareng-bareng. Video treatment PSU disini.

Menjelang tengah hari, cuaca berubah agak mendung. Demi mengantisipasi keadaan yang tak diinginkan (kehujanan lagi), semuanya diangkat dan dimasukkan lagi ke lab. Penjemuran selama 3 jam di hari itu di cuaca yang sangat terik sepertinya cukup untuk mengeringkan alat-alat yang kebanjiran. Jadwal selanjutnya adalah mengecek PSU satu-satu sebelum dipasang di PC.

Iklan