Terkadang atau bahkan sering kali saya bingung saat ada teman atau tetangga meminta bantuan terkait laptop/komputer mereka yang rusak. Mungkin bagi pada master reparasi komputer–dengan jam terbang yang tinggi–mungkin hal-hal seperti itu bukanlah sebuah masalah. Akan tetapi bagi saya–yang tak terbiasa mereparasi komputer–kebingungan tersebut mungkin akan selalu muncul. Bingung dalam hal menganalisa gejala kerusakan, mencari penyebab kerusakan dan menentukan solusi untuk mengatasi kerusakan. Ditambah lagi ketika sang empu laptop tak bisa menjelaskan detail kronologi penyebab kerusakan pada laptop mereka. Akhirnya hanya bisa mengeluarkan jurus menggunakan ilmu perkiraan rasional (ilmu mungkin dan mengira-ngira haha…)

Namun dibalik kebingungan-kebingungan seperti itu, terkadang malah muncul hikmah dan pengetahuan baru. Seperti 2 kasus yang saya alami beberapa waktu lalu:

system-restoreBeberapa bulan yang lalu tetangga saya datang tergopoh-gopoh menenteng komputer jinjingnya (sebutan jadul untuk laptop haha) dengan raut muka yang panik. Yaps, laptopnya rusak. Kerusakannyapun agak aneh dan kayaknya jarang terjadi. Setelah laptop saya nyalakan, semua shortcut (icon) di desktop dan start menu berubah menjadi logo pdf.  Dan ketika icon tersebut dibuka, system langsung membuka aplikasi pdf reader dengan memunculkan dialog bahwa program tidak dapat membuka file. Ah, mungkin pengguna laptop ini kemarin membuka icon (shortcut) kemudian di open with pdf reader dan opsi “Always use the selected program to open this kind of file” dalam keadaan aktif (dicentang), pikir saya. Okelah, gejala dan penyebab sudah ditemukan dengan ilmu mengira-ngira. Sekarang saatnya memikirkan bagaimana bisa mengembalikan shorcut-shortcut ke fungsi aslinya. Dengan diselimuti kebingungan yang mendalam (halah,,,,,,) dicarilah solusinya. Mulai dari klak-klik sana-sini, buka ini-itu, dll, dsb, dst. “Apa mesti dihapus dulu semua shortcutnya kemudian buat lagi shortcut satu-satu. Ah betapa rempongnya”, begitu batin saya.

Disela-sela kebingungan saya (mencari solusi sambil dipelototin yang punya laptop), terlintas di benak saya untuk mengembalikan system ke settingan sebelum mengalami error. Kemudian saya coba buka System Restore. Adapun langkah mengaktifkan system restore di windows 7 adalah:

  1. Klik Start-All Program-Accessories-System Tools-System Restore
  2. Muncul penjelasan tentang system restore, klik next saja
  3. Muncul restore point (file simpanan settingan PC pada masa lampau, biasanya otomatis dibuat oleh system ketika kita menginstall/unsinstall program baru atau melakukan update system), pilih restore point yang kira-kira aman (dilihat berdasarkan tanggal, descripsi dan tipe restore point) dan kemudian lanjut ke restore.
  4. Sejurus kemudian system melakukan restart.

Saya tunggu proses restorenya dengan harap-harap cemas semoga cara ini berhasil. Setelah proses restore selesai dan system operasi sudah berjalan, terlihat logo icon-icon di desktop sudah kembali ke versi masing-masing program. Dengan gemetaran (halah,,, sok hiperbolik) saya coba membuka icon-icon tersebut. Dan TARAAAA….. ternyata fungsi icon sudah kembali pada Khittoh masing-masing program. Alhamdulillah,,,,, lega rasanya seperti habis buang angin (ih, mambu). Dan laptoppun saya kembalikan ke pemiliknya. Raut mukanyapun  kembali sumringah. Hehe,,,,

Kasus yang kedua juga hampir sama beberapa hari yang lalu. Pagi-pagi senior saya menghampiri saya dengan laptop yang sering kami pakai bareng (maksudnya bergantian bukan rebutan hehe). Katanya tadi sewaktu dibuka muncul dialog yang menyuruh untuk setting ulang. Setelah di OK ternyata tampilanya berubah kacau dan file Ms word punyanya hanya bisa dibuka dalam mode Read Only. Padahal beliau akan mengedit file tersebut. Saya terima saja tantangan itu dengan tidak begitu yakin bisa mengatasinya atau tidak. Hehe. Saya coba utek-utek setting dasar dari komputer seperti setting display, user account dll, dsb, dst. Padahal setting-setting tersebut kayaknya ga ada hubungannya dengan kerusakan laptop tersebut. Namanya juga orang bingung. hoho….

Kembali lagi, dalam keadaan tak tahu arah itu, terlintas dibenak saya untuk mengembalikan ke settingan sebelum error. Saya buka system restore sambil berharap bahwa system restore tak dinonaktifkan. Dan alhamdulillah, ternyata aktif. Restore point list menampilkan beberapa point dan saya pilih point yang dibuat system saat saya melakukan install sebuah program. Sesaat kemudian Laptop restart, saya tunggu saja sambil otak-atik smartphone. Melihat saya santai-santai kaya di pantai, senior saya nanya “Sudah mas?”. saya jawab sambil menunjukkan layar laptop, “masih ada tulisan Please wait bu….”. Oh ya… kata senior saya. Setelah ditunggu beberapa purnama (menit wae lah…. ndak kelamaan. 😀 ), akhirnya proses restore selesai. Terlihat settingan desktop background sudah seperti biasanya, dan untuk memastikan saya coba buka file ms word dan alhamdulillah, bisa dibuka secara normal (tidak read only lagi).

Segera setelah itu, laptop saya setorkan ke senior saya, “sudah ni bu,,,,”. setelah itu saya ngeloyor pergi. Dengan perasaan jumawa aku bergumam “Aku teknisi handal. Hahaha” sambil petentang-petenteng. Dan tanpa sadar pintu pun aku tabrak. Gubrak…..!!!!

Tambahan:

Hari ini (18 okt 2016) laptop saya juga mengalami kerusakan pada service wirelessnya. Dan ternyata bisa diatasi dengan System restore…

Video disini.

 

Iklan