Memelihara ikan hias di aquarium ternyata gampang2 susah. Menurut para pakar aquarium, banyak hal yang musti diperhatikan. Mulai dari kualitas air, suhu air, PH air, kadar garam dalam air, kadar oksigen, kapasitas akuarium, perputaran (pergerakan) air dan masih banyak yang lainnya. Namun bagi saya yang sangat awam dengan dunia per-aquarium-an, yang penting adalah ada air di aquarium, kasih pompa dan filter air, beli ikan di pasar dan kemudian cemplung-cemplung….. Dan hasilnya sudah bisa ditebak, yaps satu persatu ikan dalam aquarium meninggal dunia dengan tenang. Hehe,,,,

aquarium blender.jpgAktifitas beraquarium baru saya mulai sekitar awal tahun (2016) ini. Setelah aquarium ukuran 80x50x50 cm peninggalan penghuni rumah yang saya tempati saya bersihkan. Sebenarnya sebelum aquarium benar-benar siap, saya sudah membeli 4 ekor ikan komet dan Bogim di pasar dekat tempat tinggal saya. Dan karena aquariumnya belum siap, 4 ekor ikan tersebut saya taruh di dalam blender yang diberi air. Jadinya,,,, hehe,,,

Setelah aquarium benar-benar bersih saya mulai belanja dan belajar pernak pernik aquarium di toko ikan hias di kota Magelang. Baru setelah seminggu aquarium diisi dengan air dan pompa air diaktifkan (sesuai petunjuk penjual ikan), mulailah saya mengisi dengan ikan hias.

Angkatan pertama penghuni aquarium adalah 3 ekor ikan maskoki jenis ryukin yang masih kecil, 2 ekor komet dan seekor manfish. Alhamdulillah, semuanya sehat-sehat saja kecuali ikan manfish yang hanya berumur sekitar seminggu. Kehilangan seekor manfish, saya coba pergi lagi ke toko ikan hias, kemudian membeli 2 ekor ikan maskoki jenis demekin (kalo ga ryukin) hitam dan 3 ekor Red Fin Shark (RFS). Beberapa hari kemudian 2 ekor maskokinya kelihatan ga sehat. Saya coba pisahkan 2 ekor maskoki tersebut dalam wadah yang berbeda. Bukannya sehat, malah keduanya kena parasit argulus sp (kutu kura-kura). Seperti terlihat pada video ini. Seekor bisa teratasi, tapi yang seekor lagi malah kena parasit yang lebih parah, yaitu parasit jarum, yang akhirnya ga ketulungan lagi… ihiks. Dan 2 ekor RFSnya juga ikut mati. Tambah ihiks dong. Aquarium terlihat sepi, saya coba tambahkan lagi 2 ekor RFS hitam dan 2 ekor RFS albino, seekor Black Ghost, dan ikan sapu-sapu untuk membersihkan kaca. Naasnya, semuanya mati.

Pada tahap selanjutnya, saya mulai mencoba memasukkan ikan Koi ke dalam aquarium. Walaupun menurut arahan beberapa orang, ikan koi tak cocok di aquarium. Katanya cepet mati, suka melompat keluar aquarium dll, dsb. Tapi dengan nekat saya coba membeli ikan koi. Dimulai dengan seekor koi jenis sanke dan seekor koi sirip panjang  (butterfly/slayer/dragon) warna putih mengkilap. Yang terakhir ini terlihat indah dan bagus sekali. Tapi sayang, cuma berumur sekitar 4 hari. Sebagai penggantinya, saya belikan lagi seekor koi Kohaku (yang bercorak seperti pangeran Zuko dalam serial Avatar the Legend Of Aang), dan 2 ekor koi sayap panjang yang masih kecil-kecil dengan warna putih platinum dan kuning metalik. Tampilan videonya disini. 2 ekor koi slayernya langsung mati dalam beberapa hari. Sedangkan Koi pangeran Zuko nya melompat keluar aquarium saat ditinggal pergi keluar rumah. Benar juga apa yang dikatakan orang-orang tentang koi di aquarium. Kalau ga mati ya lompat. Saat ditemukan, koi tersebut masih dalam keadaan sekarat. Kemudian saya masukkan lagi ke aquarium. Sempat terlihat seperti sehat kembali, tapi  setelah beberapa saat koi tersebut malah menggelepar ke dasar aquarium tanpa bergerak lagi. Ihiks lagi nich….

Masih penasaran dengan ikan koi yang ternyata baru hidup satu ekor saja di aquariumku, saya coba tambahkan lagi seekor koi kohaku (kohaku, atau tanco atau apalah saya kurang paham) dan seekor ikan koi sirip panjang dengan motif bintik-bintik hitam di bagian atas. Tampilan videonya bisa dilihat disini. Koi ini saya beli pada bulan puasa menjelang lebaran. Setelah lebaran koi kohaku yang baru ini terlihat tidak sehat. Saya pikir, koi ini akan mengikuti jejak para pendahulunya. Ternyata hanya berselang sehari, koi ini langsung sehat. Naasnya, penyakitnya seperti berpindah ke koi yang generasi pertama (koi sanke) yang akhirnya menemui ajalnya.

Setelah itu, sepertinya semuanya berjalan normal. Namun yang terjadi dengan koi yang terakhir ini sungguh diluar nalar akal sehat (Halah,,,,,). Pada suatu saat, Ikan maskoki Ryukin (yang merupakan penghuni aquarium angkatan pertama) terlihat mengelepar di aquarium dan dikejar-kejar oleh kedua ikan koi yang terakhir saya beli. Setelah saya angkat ternyata kedua matanya sudah hilang. Wah.. wah .. bahaya laten sudah mengintip kehidupan aquarium nich,,,, pikir saya. kemudian sebagai langkah antisipasi atas ancaman keamanan di aquarium (dan sebagai hukuman atas apa yang mereka perbuat, hadah….) saya pindahkan kedua ekor koi (kohaku dan sirip panjang) yang terakhir saya beli. Saya angkat dan saya masukkan ke dalam bak air di dapur. Baru semalam tinggal di bak air di dapur, si sirip panjang melompat keluar dan ditemukan dipagi hari sudah dalam keadaan dikerubungi semut.

Beberapa hari berada di bak air di dapur, si koi kohaku terlihat kalem dan banyak menghabiskan waktunya di dasar bak air. Merasa iba dengan keadaan tersebut, saya angkat koi tersebut dan saya masukkan lagi ke dalam aquarium. Awalnya koi ini terlihat damai-damai saja. Akan tetapi pada suatu pagi saya melihat koi ini sudah mengejar maskoki demekin hitam. Saya perhatikan ternyata ikan tersebut berwarna agak pucat pertanda bahwa ikan tersebut tidak sehat. Saya angkat dan dan saya taruh kedalam wadah yang berisi air dengan campuran sedikit garam  ikan dan saya nyalakan aerator. Hal tersebut saya lakukan untuk memulihkan kesehatan ikan maskoki demekin yang agak tidak sehat tersebut. Beberapa hari kemudian saya dikagetkan dengan menggeleparnya seekor maskoki Ryukin. Saya angkat dan saya jadikan satu denga demekin yang masih dalam masa pemulihan. Sejurus kemudian saya perhatikan ke dalam isi aquarium, ternyata ryukin yang satunya lagi sudah tidak punya mata. Ternyata si Koi kembali mengejar si maskoki ryukin yang tinggal 2 ekor dan memakan mata mereka.Saya angkat dan saya jadikan satu dengan maskoki demekin dan ryukin yang tadi. Jadilah kumpulan Koki-kokiku yang Malang. Seekor demekin yang masih dalam masa pemulihan dan 2 ekor ryukin yang kehilangan mata mereka karena serangan koi yang kejam tanpa belas kasihan.

Atas kejadian yang dialami antara Ikan maskoki dan ikan koi itu, saya jadi teringat kata orang-orang tentang tidak cocoknya ikan koi di aquarium. Atau karena faktor lain? Seperti misalnya perbedaan negara asal kedua jenis ikan ini yang menyebabkan mereka tidak akur? Ikan koi berasal dari Jepang, sedangkan ikan maskoki banyak dibudidayakan di China? Apakah hubungan bilateral antar kedua negara asal berpengaruh pada tidak akurnya ikan maskoki dengan ikan koi? Ah mbuh lah…. kok malah ngoyo woro….

Iklan