Dulu kita sering mendengar nasihat “Jika ingin berwawasan luas, tontonlah berita”. Sekarang ini paradigma tersebut mungkin sudah mulai tidak tepat. Menonton berita sekarang ini sepertinya hanya membuat kita miris, marah dan yang lebih parah lagi malah hanya membuat kita semakin pesimis. Bagaimana ga tambah pesimis, coba baca berita yang terbit beberapa bulan terakhir.

Sekitar akhir bulan Juni 2016 yang lalu, negeri ini dihebohkan dengan penemuan “vaksin palsu”. Vaksin yang bertujuan untuk menambah sistem imunitas pada bayi dan anak-anak ternyata bisa dipalsukan. Mirisnya lagi, kejadian ini sudah berlangsung mulai tahun 2003. Bayangkan, berapa banyak bayi yang mungkin mendapatkan suntikan vaksin palsu. Bayi yang lahir tahun 2003 berarti sekarang sudah berumur sekitar 13 tahun (usia remaja). Apa vaksin palsu ini ada hubungannya dengan tingkah laku remaja sekarang ini yang cenderung biying? Ah mbuh,,,, ga ngerti aku.

Belum reda pemberitaan tentang vaksin palsu, pada pertengahan Juli 2016 yang lalu masyarakat di sekitar Magelang Jawa Tengah digegerkan dengan berita tentang “uang palsu”. Tidak main-main, jumlahnya mencapai sekitar 5 atau 7 milyar rupiah. Pembuatnya adalah seorang perangkat desa di wilayah Kabupaten Magelang.

Dua hari yang lalu (25 Juli 2016) beredar berita yang membuat kita jengkel sekaligus gemas.Yaitu berita tentang adanya Kartu BPJS palsu. Lhah kok bisa. terus modusnya bagaimana? Sepengetahuan saya untuk mendapatkan kartu BPJS itu langsung ke Kantor cabang terdekat. Kok ternyata ada yang memalsukan.

Hmmm,,, mendengar berita-berita tersebut saya jadi ingat betapa banyak hal-hal yang dipalsukan di negri ini. Mulai ijasah palsu, polisi palsu(gadungan), gigi palsu, rambut palsu, status palsu, beras palsu, produk rokok palsu, merk fesyien palsu, produk kecantikan palsu dan masih banyak hal-hal palsu di negeri ini. Ke depan, mungkin akan ada berita tentang dokter palsu (dukun yang menyamar jadi dokter), rumah sakit palsu (aslinya warung tegal), pasien palsu (modus biar dirawat sama perawat-perawat yang cantik).

Ahhhh,,,,, betapa negeri ini penuh dengan kepalsuan. Namun, masih ada setitik harapan. Semoga tidak ada berita dan cerita tentang cinta dan kasih sayang palsu. Ciee… ciee….

Iklan